1. Marcel - I knew I loved you-mp3
Lirik :
maybe it’s intuition
some things you just don’t question
like in your eyes i see my future in an instant
and there it goes i think I’ve found my best friend
i know that it might sound
more than a little crazy but I believe
i knew i loved you before i met you
i think i dreamed you into life
i knew i loved you before i met you
i have been waiting all my life
there’s just no rhyme or reason
only this sense of completion
and in your eyes i see the missing pieces
i’m searching for i think i found my way home
and i know that it might sound
more than a little crazy but I believe
i knew i loved you before i met you
i think i dreamed you into life
i knew i loved you before i met you
i have been waiting all my life
(a thousand angels dance around you
i am complete now that i found you )
i knew i loved you before i met you
i think i dreamed you into life
i knew i loved you before i met you
i have been waiting all my life
i knew i loved you before i met you
i think i dreamed you into life
i knew i loved you before i met you
i knew i loved you all my life
Entri Populer
-
Kadangkala kita sebagai manusia masih dibingungkan dengan kata-kata yang selalu berputar- putar di tempaty yang sama. Kadangpula kita meras...
Jumat, 24 Februari 2012
Khasiat daun salam
Daun salam adalah jenis rempah daun yang biasa digunakan untuk berbagai masakan. Dibalik itu, daun salam juga memiliki khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter itu berkhasiat mengobati diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan maag. Sementara, buahnya yang berbentuk bulat kecil bisa digunakan untuk mengobati mabuk akibat alkohol.
Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan tersebut adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, ambil 15 lembar daun salam segar direbus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin tambahkan sedikit garam kemudian diminum.
Untuk mengatasi radang lambung, ambil 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.
Air rebusan daun salam juga dapat mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Lalu untuk mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.
Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.
Buah salam yang masak dapat mabuk akibat alkohol. Satu genggam buah salam masak ditumbuk sampai halus, peras dan saring. Airnya dapat diminum sekaligus.
Untuk pengobatan luar seperti kudis atau gatal-gatal pada kulit ambil daun dan kulit batang atau akar salam. Cuci bersih lalu giling hingga halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya kemudian balurkan pada bagian yang gatal.
Sumber : http://republika.co.id/berita/23336.html
Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter itu berkhasiat mengobati diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan maag. Sementara, buahnya yang berbentuk bulat kecil bisa digunakan untuk mengobati mabuk akibat alkohol.
Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan tersebut adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, ambil 15 lembar daun salam segar direbus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin tambahkan sedikit garam kemudian diminum.
Untuk mengatasi radang lambung, ambil 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.
Air rebusan daun salam juga dapat mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Lalu untuk mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.
Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.
Buah salam yang masak dapat mabuk akibat alkohol. Satu genggam buah salam masak ditumbuk sampai halus, peras dan saring. Airnya dapat diminum sekaligus.
Untuk pengobatan luar seperti kudis atau gatal-gatal pada kulit ambil daun dan kulit batang atau akar salam. Cuci bersih lalu giling hingga halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya kemudian balurkan pada bagian yang gatal.
Sumber : http://republika.co.id/berita/23336.html
Khasiat Biji Alpukat
Obat Diabetes Mellitus dengan Biji Alpukat
Cara membuat:
Biji alpukat diiris tipis-tipist
Irisan biji alpukat dijemur sampai kering
Irisan biji alpukat uyang sudah kering disangrai (orang Jawa bilang digoreng sangan) seperti membuat kopi.
Irisan biji alpukat yang sudah disangrai diblender sampai lembut.
Masukkan bubuk biji alpukat hasil memblender ke kulit kapsul yang dapat dibeli di apotek.
Minum kapsul biji alpukat satu kali sehari.
Demikian informasi yang saya rekam dalam memori saya. Apabila ada yang memiliki resep obat lain bagi Diabetes Mellitus silakan ikut berbagi melalui formulir komentar.
Cara membuat:
Biji alpukat diiris tipis-tipist
Irisan biji alpukat dijemur sampai kering
Irisan biji alpukat uyang sudah kering disangrai (orang Jawa bilang digoreng sangan) seperti membuat kopi.
Irisan biji alpukat yang sudah disangrai diblender sampai lembut.
Masukkan bubuk biji alpukat hasil memblender ke kulit kapsul yang dapat dibeli di apotek.
Minum kapsul biji alpukat satu kali sehari.
Demikian informasi yang saya rekam dalam memori saya. Apabila ada yang memiliki resep obat lain bagi Diabetes Mellitus silakan ikut berbagi melalui formulir komentar.
Senin, 23 Januari 2012
Bahaya Kesombongan
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
"Wahai manusia kalian semua fakir sangat membutuhkan Allah sedangkan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (al-Fathir: 15)
Status fakir di hadapan Allah swt kita sandang selamanya. Banyaknya memiliki sesuatu, baik harta maupun ilmu, sama sekali tidak mengangkat derajat kita menjadi kaya di hadapan Allah karena apa pun yang kita rasa sebagai milik kita sebenarnya bukanlah milik kita. Perasaan memiliki pada diri kita tidak sedikit pun mengubah kenyataan bahwa semua ini, bahkan diri-diri kita, adalah milik Allah semata.
Hari ini kita dapat mengatakan 'ini tangan saya, ini kaki saya dan ini kepala saya'. Tetapi seratus tahun lalu, jangankan menunjukkan tangan, kaki atau kepala, bahkan nama pun kita tidak punya. Siapakah yang pertama kali menciptakan tangan, kaki dan kepala ini? Allah yang menciptakan semua itu lebih pantas disebut pemilik sementara, kita lebih tepat disebut peminjam.
Hari ini kita dapat mengaku 'ini tanah saya'. Seratus tahun lalu tanah itu bukan milik kita, milik orang lain. Sebelumnya, milik orang lain lagi. Bapak kita Adam as adalah pemilik yang pertama. Tetapi sebelum bapak kita Adam hadir di bumi, bumi adalah tanah tak bertuan. Dia yang menciptakan bumi lebih pantas disebut pemilik bumi dan kita hanya menumpang untuk berpijak. Udara, sinar matahari, langit yang menaungi, rezeki yang datang setiap hari semua adalah milik Allah Ta'ala dan kita hanyalah para peminjam tanpa pernah membayar.
Adalah buruk mengaku-ngaku sesuatu yang bukan milik kita sebagai milik kita. Lebih memalukan lagi kalau seseorang merasa sombong dengan sesuatu yang bukan miliknya.
Kesombongan adalah salah satu penyakit qalbu yang paling mematikan. Penyakit ini membuat seseorang terlempar jauh dari hakikat kefakirannya. Bagaikan benda langit yang terpental dari orbitnya, kehancuran sedang menantinya. Sebelum hadirnya kesombongan di hati seseorang, hati itu terlebih dahulu telah dikuasai dua hal yang tidak kalah mengerikannya yaitu kebodohan dan kebohongan. Bodoh dalam arti tidak mengerti hakikat diri dan hakikat Tuhannya, bohong dalam arti membohongi diri sendiri karena setiap ekspresi kesombongan dalam rasa, kata dan gerak semuanya membelakangi kebenaran dan jauh dari kenyataan yang sebenarnya.
Bila kebodohan sudah tindih menindih, kebohongan semakin menjadi-jadi dan kesombongan sudah tidak dapat ditoleransi lagi maka hanya ada satu obat mujarab untuk membangunkannya, yaitu azab. Bersabda Nabi saw:
الْعِزُّ إِزَارُهُ وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَاؤُهُ فَمَنْ يُنَازِعُنِي عَذَّبْتُهُ
" Kebesaran adalah pakaian-Nya dan kesombongan adalah selendang-Nya. (Allah Ta'ala berfirman): Barang siapa menyaingi Aku pada keduanya pasti Aku azab ia."
(HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)
Rasa, kata dan sikap yang sombong ibarat magnet yang menarik bencana. Al-Quran mengisahkan nasib tiga mahluk Allah yang menebar kesombongan akhirnya menuai azab, tidak saja di akhirat tetapi di dunia pun sudah didapatkan. Mereka adalah Iblis, Fir'aun dan Qarun.
Iblis adalah bala tentara Allah Ta'ala dalam jajaran malaikat. Hanya saja bahan penciptaannya berbeda, malaikat dari cahaya dan Iblis dari api. Ketika Allah swt telah menyempurnakan penciptaan Adam as, Allah pun meniupkan ruh-Nya kepada Adam lantas memerintahkan malaikat untuk bersujud padanya. Mereka semua bersujud, kecuali Iblis. Melihat keengganan Iblis untuk bersujud, Allah pun bertanya motif pembangkangannya itu. Allah berfirman " Apa yang membuatmu tidak bersujud ketika Aku perintahkan?" Iblis menjawab," Aku lebih baik dari pada dia. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah." Menanggapi sikap sombong Iblis yang tidak mau bersujud berikut alasan itu, Allah Ta'ala berfirman:
فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
"Turunlah engkau dari surga karena tidak pantas engkau berlaku sombong di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya engkau termasuk orang yang hina."(QS.al-A'raf: 13)
Datanglah kemudian Fir'aun dengan kesombongan lebih hebat di banding Iblis. Iblis masih mengakui Allah sebagi Rabb (Tuhan) yang menciptakannya. Fir'aun malah menyatakan," Ana Rabbukum al-A'lâ (Akulah Rabb kalian yang paling tinggi)."
Mendalami kisah Musa as dan Fir'aun dalam al-Quran membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, Allah Ta'ala mengirim Musa yang masih bayi ke istana Fir'aun melalui aliran sungai Nil yang membelah istananya, lalu keluarga Fir'aun pun memungutnya dan membesarkannya. Kita bisa mengatakan, Musa dibesarkan oleh Fir'aun dengan uang dari koceknya sendiri tanpa sadar bahwa ia sedang membesarkan orang yang akan menenggelamkanya di laut Merah. Subhânallâh! Setalah dewasa, Musa diangkat menjadi Rasul Allah dengan dua misi, mengajak Fir'aun beriman kepada Allah dan membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Fir'aun menolak ajakan Musa. Suatu malam Musa mendapat perintah Allah untuk membawa keluar bani Israil dari Mesir. Fir'aun dan bala tentaranya mengejar di belakang. Musa pun membelah laut Merah dengan tongkatnya. Bani Israil menyeberang dengan selamat. Jurang kematian menanti FIr'aun. Ketika Fir'aun sedang melintas di tengah lautan yang terbelah dengan maksud mengejar Bani Israil, Allah pun menutup laut itu kembali.Tragis, ketika hampir mati tenggelam Fir'aun bertaubat, sambil berkata:
آَمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آَمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Aku beriman bahwa tidak ada tuhan kecuali Tuhan yang diimani Bani Israil dan aku sekarang adalah seorang muslim."(QS.Yunus: 90).
Tetapi pintu taubat sudah tertutup baginya. Dia pun mati dalam azab.
Qarun sombong karena harta berlimpah. Saking kayanya, untuk memikul kunci-kunci tempat penyimpanan hartanya saja sudah memayahkan orang-orang kuat sekalipun. Menjawab nasehat orang yang mengajaknya beramal menggunakan harta Qorun dengan angkuh mengatakan:
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي
"Harta ini aku dapatkan karena ilmuku."(QS.al-Qashash: 78)
Ketika Qarun sedang berjalan congkak dengan kemegahannya tiba-tiba Allah membuka bumi tempat ia berpijak dan menenggelamkan Qarun berikut rumah dan hartanya ke dalam bumi.
Bumi dan air sangat kita butuhkan. Bumi tempat berpijak dan air untuk kehidupan. Tapi melalui bumi dan air pula Allah membinasakan kedua mahluk yang sombong itu. Fir'aun mati tenggelam di laut, Qarun mati terbenam di bumi.
Kita tidak usah mencapai maqam kesombongan setinggi Iblis, sehebat Fir'aun atau seperti Qarun. Satu butir atom kesombongan yang bercokol di qalbu sudah cukup untuk menutup seluruh pintu surga. Bersabada Nabi kita saw:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meski sebutir atom."
(HR. Muslim dari Abdullah bin Mas'ud ra)
Sebutir atom yang tidak dapat terlihat oleh kasat mata dapat menghalangi orang meraih kenikmatan surga seluas langit dan bumi. Bagaimana kalau sombongnya bukan hanya satu butir atom, tetapi berbutir-butir? Dan peluang untuk sombong sangatlah besar. Karena bahan untuk sombong demikian banyak. Kepintaran, ilmu, kegantengan, kecantikan, anak, harta, pengikut, nasab, kesalehan, semuanya dapat menjadi bahan untuk sombong.
Hadits tentang bahaya sombong di atas telah menggetarkan seorang laki-laki yang mendengarnya dan ia pun bertanya kepada Rasulullah saw," Seseorang itu tentu senang kalau pakaiannya bagus dan sandalnya pun indah. Apakah itu sombong?" Beliau saw menjawab pertanyaan tersebut dan menerangkan hakikat sombong," Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran (bathru al-Haq) dan merendahkan orang lain (ghamtu al-Nâs).
Sombong rupanya tidak terkait dengan keindahan pakaian, kebagusan mobil, kemegahan rumah, kesusksesan anak-anak, banyaknya pengikut, ketinggian ilmu, kesalehan amal, tetapi rupanya kesombongan terkait dengan sikap dan perilaku kita ketika kita telah memperoleh semua itu. Kalau semua itu menjadi alasan bagi kita untuk mengatakan 'saya lebih baik dari anda karena saya lebih kaya, lebih pintar dan lebih sukses'lalu kita tidak mau mendengarkan kebenaran yang keluar dari lisan orang itu, maka itulah kesombongan.
Dan kalau itu yang terjadi, sebenarnay kita sedang mengundang datangnya bencana dari Allah. Dan rencana Allah demikian rapi. Fir'aun membesarkan Musa tanpa tahu bahwa ia akan ditenggelamkan oleh Musa di laut Merah. Sehingga tidak sulit bagi Allah untuk menghukum seseorang yang sombong melalui bahan-bahan kesombongannya sendiri, melalui hartanya, anaknya, pangkat, pengikut, kepintaran bahkan kesalehannya.
Hanya Allah swt al-Mutakabbir saja yang pantas untuk sombong karena ada dan tiada mahluk ada dalam kehendak-Nya sedangkan keberadaan-Nya sama sekali tidak bergantung pada mahluk-mahluk-Nya. Dia lah yang maha terpuji baik Zat, sifat maupun perbuatan-perbuatan-Nya. Sebagai hamba, hanya sembah sujud penuh kerendahan kita persembahkan di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya seraya bertasbih:
سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
"Maha suci Dia pemilik keperkasaan, kekuasaan, kebesaran dan keagungan."
(HR.Abu Dawud dari 'Auf bin Malik al-Asyja'i ra)
"Wahai manusia kalian semua fakir sangat membutuhkan Allah sedangkan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (al-Fathir: 15)
Status fakir di hadapan Allah swt kita sandang selamanya. Banyaknya memiliki sesuatu, baik harta maupun ilmu, sama sekali tidak mengangkat derajat kita menjadi kaya di hadapan Allah karena apa pun yang kita rasa sebagai milik kita sebenarnya bukanlah milik kita. Perasaan memiliki pada diri kita tidak sedikit pun mengubah kenyataan bahwa semua ini, bahkan diri-diri kita, adalah milik Allah semata.
Hari ini kita dapat mengatakan 'ini tangan saya, ini kaki saya dan ini kepala saya'. Tetapi seratus tahun lalu, jangankan menunjukkan tangan, kaki atau kepala, bahkan nama pun kita tidak punya. Siapakah yang pertama kali menciptakan tangan, kaki dan kepala ini? Allah yang menciptakan semua itu lebih pantas disebut pemilik sementara, kita lebih tepat disebut peminjam.
Hari ini kita dapat mengaku 'ini tanah saya'. Seratus tahun lalu tanah itu bukan milik kita, milik orang lain. Sebelumnya, milik orang lain lagi. Bapak kita Adam as adalah pemilik yang pertama. Tetapi sebelum bapak kita Adam hadir di bumi, bumi adalah tanah tak bertuan. Dia yang menciptakan bumi lebih pantas disebut pemilik bumi dan kita hanya menumpang untuk berpijak. Udara, sinar matahari, langit yang menaungi, rezeki yang datang setiap hari semua adalah milik Allah Ta'ala dan kita hanyalah para peminjam tanpa pernah membayar.
Adalah buruk mengaku-ngaku sesuatu yang bukan milik kita sebagai milik kita. Lebih memalukan lagi kalau seseorang merasa sombong dengan sesuatu yang bukan miliknya.
Kesombongan adalah salah satu penyakit qalbu yang paling mematikan. Penyakit ini membuat seseorang terlempar jauh dari hakikat kefakirannya. Bagaikan benda langit yang terpental dari orbitnya, kehancuran sedang menantinya. Sebelum hadirnya kesombongan di hati seseorang, hati itu terlebih dahulu telah dikuasai dua hal yang tidak kalah mengerikannya yaitu kebodohan dan kebohongan. Bodoh dalam arti tidak mengerti hakikat diri dan hakikat Tuhannya, bohong dalam arti membohongi diri sendiri karena setiap ekspresi kesombongan dalam rasa, kata dan gerak semuanya membelakangi kebenaran dan jauh dari kenyataan yang sebenarnya.
Bila kebodohan sudah tindih menindih, kebohongan semakin menjadi-jadi dan kesombongan sudah tidak dapat ditoleransi lagi maka hanya ada satu obat mujarab untuk membangunkannya, yaitu azab. Bersabda Nabi saw:
الْعِزُّ إِزَارُهُ وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَاؤُهُ فَمَنْ يُنَازِعُنِي عَذَّبْتُهُ
" Kebesaran adalah pakaian-Nya dan kesombongan adalah selendang-Nya. (Allah Ta'ala berfirman): Barang siapa menyaingi Aku pada keduanya pasti Aku azab ia."
(HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)
Rasa, kata dan sikap yang sombong ibarat magnet yang menarik bencana. Al-Quran mengisahkan nasib tiga mahluk Allah yang menebar kesombongan akhirnya menuai azab, tidak saja di akhirat tetapi di dunia pun sudah didapatkan. Mereka adalah Iblis, Fir'aun dan Qarun.
Iblis adalah bala tentara Allah Ta'ala dalam jajaran malaikat. Hanya saja bahan penciptaannya berbeda, malaikat dari cahaya dan Iblis dari api. Ketika Allah swt telah menyempurnakan penciptaan Adam as, Allah pun meniupkan ruh-Nya kepada Adam lantas memerintahkan malaikat untuk bersujud padanya. Mereka semua bersujud, kecuali Iblis. Melihat keengganan Iblis untuk bersujud, Allah pun bertanya motif pembangkangannya itu. Allah berfirman " Apa yang membuatmu tidak bersujud ketika Aku perintahkan?" Iblis menjawab," Aku lebih baik dari pada dia. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah." Menanggapi sikap sombong Iblis yang tidak mau bersujud berikut alasan itu, Allah Ta'ala berfirman:
فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
"Turunlah engkau dari surga karena tidak pantas engkau berlaku sombong di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya engkau termasuk orang yang hina."(QS.al-A'raf: 13)
Datanglah kemudian Fir'aun dengan kesombongan lebih hebat di banding Iblis. Iblis masih mengakui Allah sebagi Rabb (Tuhan) yang menciptakannya. Fir'aun malah menyatakan," Ana Rabbukum al-A'lâ (Akulah Rabb kalian yang paling tinggi)."
Mendalami kisah Musa as dan Fir'aun dalam al-Quran membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, Allah Ta'ala mengirim Musa yang masih bayi ke istana Fir'aun melalui aliran sungai Nil yang membelah istananya, lalu keluarga Fir'aun pun memungutnya dan membesarkannya. Kita bisa mengatakan, Musa dibesarkan oleh Fir'aun dengan uang dari koceknya sendiri tanpa sadar bahwa ia sedang membesarkan orang yang akan menenggelamkanya di laut Merah. Subhânallâh! Setalah dewasa, Musa diangkat menjadi Rasul Allah dengan dua misi, mengajak Fir'aun beriman kepada Allah dan membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Fir'aun menolak ajakan Musa. Suatu malam Musa mendapat perintah Allah untuk membawa keluar bani Israil dari Mesir. Fir'aun dan bala tentaranya mengejar di belakang. Musa pun membelah laut Merah dengan tongkatnya. Bani Israil menyeberang dengan selamat. Jurang kematian menanti FIr'aun. Ketika Fir'aun sedang melintas di tengah lautan yang terbelah dengan maksud mengejar Bani Israil, Allah pun menutup laut itu kembali.Tragis, ketika hampir mati tenggelam Fir'aun bertaubat, sambil berkata:
آَمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آَمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Aku beriman bahwa tidak ada tuhan kecuali Tuhan yang diimani Bani Israil dan aku sekarang adalah seorang muslim."(QS.Yunus: 90).
Tetapi pintu taubat sudah tertutup baginya. Dia pun mati dalam azab.
Qarun sombong karena harta berlimpah. Saking kayanya, untuk memikul kunci-kunci tempat penyimpanan hartanya saja sudah memayahkan orang-orang kuat sekalipun. Menjawab nasehat orang yang mengajaknya beramal menggunakan harta Qorun dengan angkuh mengatakan:
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي
"Harta ini aku dapatkan karena ilmuku."(QS.al-Qashash: 78)
Ketika Qarun sedang berjalan congkak dengan kemegahannya tiba-tiba Allah membuka bumi tempat ia berpijak dan menenggelamkan Qarun berikut rumah dan hartanya ke dalam bumi.
Bumi dan air sangat kita butuhkan. Bumi tempat berpijak dan air untuk kehidupan. Tapi melalui bumi dan air pula Allah membinasakan kedua mahluk yang sombong itu. Fir'aun mati tenggelam di laut, Qarun mati terbenam di bumi.
Kita tidak usah mencapai maqam kesombongan setinggi Iblis, sehebat Fir'aun atau seperti Qarun. Satu butir atom kesombongan yang bercokol di qalbu sudah cukup untuk menutup seluruh pintu surga. Bersabada Nabi kita saw:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meski sebutir atom."
(HR. Muslim dari Abdullah bin Mas'ud ra)
Sebutir atom yang tidak dapat terlihat oleh kasat mata dapat menghalangi orang meraih kenikmatan surga seluas langit dan bumi. Bagaimana kalau sombongnya bukan hanya satu butir atom, tetapi berbutir-butir? Dan peluang untuk sombong sangatlah besar. Karena bahan untuk sombong demikian banyak. Kepintaran, ilmu, kegantengan, kecantikan, anak, harta, pengikut, nasab, kesalehan, semuanya dapat menjadi bahan untuk sombong.
Hadits tentang bahaya sombong di atas telah menggetarkan seorang laki-laki yang mendengarnya dan ia pun bertanya kepada Rasulullah saw," Seseorang itu tentu senang kalau pakaiannya bagus dan sandalnya pun indah. Apakah itu sombong?" Beliau saw menjawab pertanyaan tersebut dan menerangkan hakikat sombong," Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran (bathru al-Haq) dan merendahkan orang lain (ghamtu al-Nâs).
Sombong rupanya tidak terkait dengan keindahan pakaian, kebagusan mobil, kemegahan rumah, kesusksesan anak-anak, banyaknya pengikut, ketinggian ilmu, kesalehan amal, tetapi rupanya kesombongan terkait dengan sikap dan perilaku kita ketika kita telah memperoleh semua itu. Kalau semua itu menjadi alasan bagi kita untuk mengatakan 'saya lebih baik dari anda karena saya lebih kaya, lebih pintar dan lebih sukses'lalu kita tidak mau mendengarkan kebenaran yang keluar dari lisan orang itu, maka itulah kesombongan.
Dan kalau itu yang terjadi, sebenarnay kita sedang mengundang datangnya bencana dari Allah. Dan rencana Allah demikian rapi. Fir'aun membesarkan Musa tanpa tahu bahwa ia akan ditenggelamkan oleh Musa di laut Merah. Sehingga tidak sulit bagi Allah untuk menghukum seseorang yang sombong melalui bahan-bahan kesombongannya sendiri, melalui hartanya, anaknya, pangkat, pengikut, kepintaran bahkan kesalehannya.
Hanya Allah swt al-Mutakabbir saja yang pantas untuk sombong karena ada dan tiada mahluk ada dalam kehendak-Nya sedangkan keberadaan-Nya sama sekali tidak bergantung pada mahluk-mahluk-Nya. Dia lah yang maha terpuji baik Zat, sifat maupun perbuatan-perbuatan-Nya. Sebagai hamba, hanya sembah sujud penuh kerendahan kita persembahkan di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya seraya bertasbih:
سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
"Maha suci Dia pemilik keperkasaan, kekuasaan, kebesaran dan keagungan."
(HR.Abu Dawud dari 'Auf bin Malik al-Asyja'i ra)
Senin, 09 Januari 2012
Mensyukuri Nikmat Umur
Semakin bertambah umur kita setahun, semakin dekat kepada ajal.dan semakin dekat dengan ajal. Semakin dekat pula dengan liang kubur.
Karena itu hendaklahumur kita yang ada sekarang ini dapat kita pergunakan sebaik-baiknya sebelum datang ajal, sebelum umur kita bercerai dengan badan.. Jangan terlambat dan jangan kita terperdaya karena kekuatan kita, karena kekayaan, karena pengaruh besar, semuanya itu akan berakhir bila malaikat maut sudah menceraikan roh kita dari badan.
Marilah kita perhatikan sabda nabi; sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan umur yang panjang itu dipergunakan untuk membikin kebaikan sebanyak-banyaknya, dan sejahat-jahat manusia ialah orang yang di beri Tuhan umur panjang tetapi umur panjang itu dipergunakan untuk membikin kejahatan dan kerusuhan-kerusuhan saja.
Selanjutnya kita perhatikan pula sabda Nabi Muhammad SAW berikut: Siapa siapa yang sudah masuk umurnya empat puluh tahun tetapi kebaikannya belum dapat mengalahkan kejahatannya, maka lemparkanlah saja ke dalam api neraka jahanam. Dengan sabda Nabi tadi, itu dapatlah kita mengambil perhatian dan keainsyafan supaya kita dapat menggunakan umur kita yang berharga ini dengan sebaik-baiknya menurut apa yang telah di gariskan oleh agama kita serta diridhoi Allah SWT.
Umur yang yang kita pakai sekarang ini akan kita pertangggung jawabkan kepada Allah, untuk apa saja umur kita habiskan, untuk apa lagi umur kita pakai, semuanya diminta pertanggungjawaban olah Allah kepada kita. Baru saja selesai dikuburkannya jasad kita, belum lagi hilang jejak telapak kaki manusia yang mengantarkan ke kubur, pertama-tama yang ditanyakan Allah ialah mengenai umur, kemana dihabiskan dan untuk apa di gunakan.
Pada waktu itu tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab seluruh anggota badan menjadi saksi tentang apa dan untuk apa dipergunakan umur yang sekian puluh tahun dipakai. Barulah pada hari itu timbul penyesalan yang mana penyesalan tidak berguna lagi sebab pintu rahmat dan ampunan sudah ditutup dan sesal kemudian tak ada gunanya lagi.
Menangislah, merataplah karena menyesali perbuatan-perbuatan pada waktu itu, namun tangis dan ratap tidak menolong sedikitpun. Umur akan melaporkan kepada Allah semua apa telah di perbuat dan di kerjakan didunia, dengan tidak dapat dikurangi dan ditambah sedikitpun. Umur akan menceritakan dihadapan Allah nantinya,bahwa aku selama berada di tubuh si anu sekian tahun lamanya, sekian kali dibawa bermaksiat, berjudi dan lain sebagainya.
Bagi manusia yang beriman kapada Allah pasti mempercayai bahwa pada suatu saat yang telah ditentukan umurnya akan bercerai dengan badan bila ajalnya sudah datang dan dia berpulang ke rahmatullah buat mempertanggungjawabkan umurnya kepada Allah. Bila kepercayaan ini sudah tumbuh dan sudah menjadi keyakinan yang kuat, masing-masing manusia tentu akan berhati-hati untuk sisa umurnya yang tinggal ini, yaitu penghabisan umur yang baik.
Sebagai penutup marilah kita gunakan kesempatan hidup kita untuk memperbaiki langkah kita yang lalu agar mencapai ke hidupan yang berbahagia dan sukses memperoleh kemenangan yang diridhoi oleh Allah SWT. Walllaahu a’lambissowab.
(H. Muhammad G. Rohedi, dari berbagai sumber
Karena itu hendaklahumur kita yang ada sekarang ini dapat kita pergunakan sebaik-baiknya sebelum datang ajal, sebelum umur kita bercerai dengan badan.. Jangan terlambat dan jangan kita terperdaya karena kekuatan kita, karena kekayaan, karena pengaruh besar, semuanya itu akan berakhir bila malaikat maut sudah menceraikan roh kita dari badan.
Marilah kita perhatikan sabda nabi; sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan umur yang panjang itu dipergunakan untuk membikin kebaikan sebanyak-banyaknya, dan sejahat-jahat manusia ialah orang yang di beri Tuhan umur panjang tetapi umur panjang itu dipergunakan untuk membikin kejahatan dan kerusuhan-kerusuhan saja.
Selanjutnya kita perhatikan pula sabda Nabi Muhammad SAW berikut: Siapa siapa yang sudah masuk umurnya empat puluh tahun tetapi kebaikannya belum dapat mengalahkan kejahatannya, maka lemparkanlah saja ke dalam api neraka jahanam. Dengan sabda Nabi tadi, itu dapatlah kita mengambil perhatian dan keainsyafan supaya kita dapat menggunakan umur kita yang berharga ini dengan sebaik-baiknya menurut apa yang telah di gariskan oleh agama kita serta diridhoi Allah SWT.
Umur yang yang kita pakai sekarang ini akan kita pertangggung jawabkan kepada Allah, untuk apa saja umur kita habiskan, untuk apa lagi umur kita pakai, semuanya diminta pertanggungjawaban olah Allah kepada kita. Baru saja selesai dikuburkannya jasad kita, belum lagi hilang jejak telapak kaki manusia yang mengantarkan ke kubur, pertama-tama yang ditanyakan Allah ialah mengenai umur, kemana dihabiskan dan untuk apa di gunakan.
Pada waktu itu tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab seluruh anggota badan menjadi saksi tentang apa dan untuk apa dipergunakan umur yang sekian puluh tahun dipakai. Barulah pada hari itu timbul penyesalan yang mana penyesalan tidak berguna lagi sebab pintu rahmat dan ampunan sudah ditutup dan sesal kemudian tak ada gunanya lagi.
Menangislah, merataplah karena menyesali perbuatan-perbuatan pada waktu itu, namun tangis dan ratap tidak menolong sedikitpun. Umur akan melaporkan kepada Allah semua apa telah di perbuat dan di kerjakan didunia, dengan tidak dapat dikurangi dan ditambah sedikitpun. Umur akan menceritakan dihadapan Allah nantinya,bahwa aku selama berada di tubuh si anu sekian tahun lamanya, sekian kali dibawa bermaksiat, berjudi dan lain sebagainya.
Bagi manusia yang beriman kapada Allah pasti mempercayai bahwa pada suatu saat yang telah ditentukan umurnya akan bercerai dengan badan bila ajalnya sudah datang dan dia berpulang ke rahmatullah buat mempertanggungjawabkan umurnya kepada Allah. Bila kepercayaan ini sudah tumbuh dan sudah menjadi keyakinan yang kuat, masing-masing manusia tentu akan berhati-hati untuk sisa umurnya yang tinggal ini, yaitu penghabisan umur yang baik.
Sebagai penutup marilah kita gunakan kesempatan hidup kita untuk memperbaiki langkah kita yang lalu agar mencapai ke hidupan yang berbahagia dan sukses memperoleh kemenangan yang diridhoi oleh Allah SWT. Walllaahu a’lambissowab.
(H. Muhammad G. Rohedi, dari berbagai sumber
Tidurnya Nabi Muhammad Saw
Seandainya manusia tidak mendapatkan nikmat tidur, boleh jadi manusia akan menjadi makhluk yang paling buruk dan menderita di dunia”, benarkah demikian?
Salah satu hak yang harus dipenuhi oleh tubuh dan mata adalah tidur. Tidur merupakan salah satu bentuk nikmat Allah swt yang tiada terkira nilainya. Adanya nikmat tidur yang dianugerahkan Allah swt telah memberikan banyak hal kepada manusia. Entah bagaimana jadinya jika Allah swt tidak menganugerahi manusia dengan nikmat tidur tersebut, boleh jadi manusia akan menjadi makhluk yang paling buruk dan menderita di dunia.
Coba saja bayangkan bagaimana jika kita tidak tidur selama sebulan saja. Otak kita terus berputar memikirkan dan terpikirkan berbagai macam permasalahan, tanpa istirahat. Hati tidak pernah berhenti merasakan panasnya kehidupan, marah, sedih, kecewa, semuanya terus menumpuk tanpa jeda. Mungkin wajah kita akan tampak pucat, kusut, mata merah dan cekung, pipi kempot, badan kurus kering, lemah dan tanpa gairah, atau bahkan jadi suka marah-marah. Dari segi jasmani maupun kejiwaan, bukankah itu termasuk gambaran manusia yang sangat buruk dan menderita?
Untuk itulah, maka tidur ini merupakan nikmat yang sudah sepatutnya senantiasa di syukuri oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Namun yang menjadi permasalahan adalah, bagaimanakah seharusnya manusia mensyukuri nikmat tidur tersebut?
Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat tidur yaitu dengan cara menunaikannya dengan baik dan benar. Mengerjakan segala aspek yang berkaitan dengan nikmat tidur dengan baik, mulai dari ketika hendak tidur sampai setelah bangun tidur. Dan untuk itu semua, pemimpin seluruh umat muslim di dunia, Rasulullah Muhammad saw telah memberikan banyak keterangan yang jelas mengenai bagaimanakah seharusnya umat muslim memperlakukan nikmat tidur yang telah dianugerahkan Allah swt kepadanya. Rasulullah Muhammad saw senantiasa memperlakukan tidur dengan etika yang baik. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah tidur, keduali dengan disertai etika tidur yang baik.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)
Sebagai suri teladan yang baik, Rasulullah Muhammad saw telah banyak memberikan contoh bagaimana tata cara tidur yang baik. Berikut beberapa etika tidur yang sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang terdapat di dalam hadits-hadits Rasulullah Muhammad saw:
1. Berwudhu ketika akan tidur
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".
2. Membaca doa akan tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)
Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Muhammad saw bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” (HR. At Tarmidzi)
Hudzaifah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, maka beliau berdoa: Alloohumma bismika amuutu wa ahyaa (Ya Allah, dengan Asma-Mu aku mat dan aku hidup). Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa: Alhamdu lillaahil-lladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin-nusyuur (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan daku kembali setelah mematikan daku, dan kepada-Nya tempat kembali).” (HR. At Tarmidzi)
Dari Al Barra’ bin Azib ra berkata, "Apabila Rasulullah saw berada pada tempat tidurnya dan akan tidur maka beliau miring ke sebelah kanan, kemudian membaca: "Allahumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu wajhi ilaika wafawwadhtu amrii ilaika wa alja’tu zhahrii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja-a walaa manja-a minka illaa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzii anzalta wanabiyyikal ladzii arsalta (Wahai Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan mukaku kepada-Mu, menyerahkan semua urusanku kepada-Mu, dan menyandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harapan dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dari nabi yang Engkau utus." (HR. Bukhari)
3. Miring ke sebelah kanan
Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".
4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan
“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas
Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi)
6. Tidurlah di awal malam
“Beliau saw tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam.” (Mutafaq ’Alaih)
“Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))
7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap)
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
8. Berdoa ketika bangun tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)
9. Mengusap Bekas tidur
“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” (HR. Muslim No. 763 (182)
10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur
“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)
Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung.
“Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
Demikianlah Rasulullah Muhammad saw menunaikan hak-hak tidur yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Dan sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, maka sudah sepatutnya umat muslim menunaikan nikmat tidur tersebut sebagaimana yang telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw.
Wallahua’lam
Salah satu hak yang harus dipenuhi oleh tubuh dan mata adalah tidur. Tidur merupakan salah satu bentuk nikmat Allah swt yang tiada terkira nilainya. Adanya nikmat tidur yang dianugerahkan Allah swt telah memberikan banyak hal kepada manusia. Entah bagaimana jadinya jika Allah swt tidak menganugerahi manusia dengan nikmat tidur tersebut, boleh jadi manusia akan menjadi makhluk yang paling buruk dan menderita di dunia.
Coba saja bayangkan bagaimana jika kita tidak tidur selama sebulan saja. Otak kita terus berputar memikirkan dan terpikirkan berbagai macam permasalahan, tanpa istirahat. Hati tidak pernah berhenti merasakan panasnya kehidupan, marah, sedih, kecewa, semuanya terus menumpuk tanpa jeda. Mungkin wajah kita akan tampak pucat, kusut, mata merah dan cekung, pipi kempot, badan kurus kering, lemah dan tanpa gairah, atau bahkan jadi suka marah-marah. Dari segi jasmani maupun kejiwaan, bukankah itu termasuk gambaran manusia yang sangat buruk dan menderita?
Untuk itulah, maka tidur ini merupakan nikmat yang sudah sepatutnya senantiasa di syukuri oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Namun yang menjadi permasalahan adalah, bagaimanakah seharusnya manusia mensyukuri nikmat tidur tersebut?
Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat tidur yaitu dengan cara menunaikannya dengan baik dan benar. Mengerjakan segala aspek yang berkaitan dengan nikmat tidur dengan baik, mulai dari ketika hendak tidur sampai setelah bangun tidur. Dan untuk itu semua, pemimpin seluruh umat muslim di dunia, Rasulullah Muhammad saw telah memberikan banyak keterangan yang jelas mengenai bagaimanakah seharusnya umat muslim memperlakukan nikmat tidur yang telah dianugerahkan Allah swt kepadanya. Rasulullah Muhammad saw senantiasa memperlakukan tidur dengan etika yang baik. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah tidur, keduali dengan disertai etika tidur yang baik.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)
Sebagai suri teladan yang baik, Rasulullah Muhammad saw telah banyak memberikan contoh bagaimana tata cara tidur yang baik. Berikut beberapa etika tidur yang sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang terdapat di dalam hadits-hadits Rasulullah Muhammad saw:
1. Berwudhu ketika akan tidur
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".
2. Membaca doa akan tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)
Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Muhammad saw bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” (HR. At Tarmidzi)
Hudzaifah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, maka beliau berdoa: Alloohumma bismika amuutu wa ahyaa (Ya Allah, dengan Asma-Mu aku mat dan aku hidup). Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa: Alhamdu lillaahil-lladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin-nusyuur (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan daku kembali setelah mematikan daku, dan kepada-Nya tempat kembali).” (HR. At Tarmidzi)
Dari Al Barra’ bin Azib ra berkata, "Apabila Rasulullah saw berada pada tempat tidurnya dan akan tidur maka beliau miring ke sebelah kanan, kemudian membaca: "Allahumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu wajhi ilaika wafawwadhtu amrii ilaika wa alja’tu zhahrii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja-a walaa manja-a minka illaa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzii anzalta wanabiyyikal ladzii arsalta (Wahai Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan mukaku kepada-Mu, menyerahkan semua urusanku kepada-Mu, dan menyandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harapan dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dari nabi yang Engkau utus." (HR. Bukhari)
3. Miring ke sebelah kanan
Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".
4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan
“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas
Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi)
6. Tidurlah di awal malam
“Beliau saw tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam.” (Mutafaq ’Alaih)
“Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))
7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap)
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
8. Berdoa ketika bangun tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)
9. Mengusap Bekas tidur
“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” (HR. Muslim No. 763 (182)
10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur
“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)
Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung.
“Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
Demikianlah Rasulullah Muhammad saw menunaikan hak-hak tidur yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Dan sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, maka sudah sepatutnya umat muslim menunaikan nikmat tidur tersebut sebagaimana yang telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw.
Wallahua’lam
Langganan:
Postingan (Atom)


